Terarah

luka yang kupintal, ku buat menyerupai benang yang asal

Hingga seumpama ada yang bertanya, dimana luka?

Aku bisa menjawabnya, dia di mana-mana tapi tak akan mampu kau baca.

Sampai nanti ada seseorang yang baru tiba

Dia akan berkata, “wah kamu hebat ya”, tanpa tahu bahwa hancur itu begitu nyata.

ucap anak yang dipaksa kuat bahunya.

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai