luka yang kupintal, ku buat menyerupai benang yang asal
Hingga seumpama ada yang bertanya, dimana luka?
Aku bisa menjawabnya, dia di mana-mana tapi tak akan mampu kau baca.
Sampai nanti ada seseorang yang baru tiba
Dia akan berkata, “wah kamu hebat ya”, tanpa tahu bahwa hancur itu begitu nyata.
ucap anak yang dipaksa kuat bahunya.