Beranda Puisi

selamat datang, selamat membaca dan berkelana, semoga berkenan di hati pembaca.














Ketika kita berkelana, kita dapat melihat dunia yang luas dengan berbagai cara, misalnya jalan-jalan ke berbagai negara, menulis, membaca berbagai buku, mendengarkan musik, bahkan mendengarkan orang bercerita. Kita selalu punya cara untuk melihat dunia yang luas, meski cuma menulis di meja, membaca buku di perpustakaan, atau sekedar menonton video traveler.

Kita tumbuh dengan hal-hal yang ada dalam diri kita, jadi lakukan segala sesuatu yang kalian cintai. Selamat berkelana.


  • BAGIAN PERTAMA
    Mungkin nanti barangkali setelah kau singgah sebentar disini, kau akan menjelma menjadi diriku. Atau mungkin setelah kau membaca tulisan abstrak ini, kau akan membenci dirimu sendiri. Tapi, jika nanti kauLanjutkan membaca “BAGIAN PERTAMA”

Membaca, mendengar, dan bercerita.




 

Poetry


#1

aku menghancurkan duri-duri di seluruh tubuhmu.

lalu kau menjerit, kesakitan yang girang, di sela suaramu yang meloncat-loncat, aku menangis.
kupikir jiwa nestapa itu telah kau akhiri, nyatanya kau selalu mendekapnya erat, selalu kau kantongi di dalam saku bajumu.

lalu kita menari, memikul sisa-sisa durjana itu bersama. aku tak pernah melepas romansa dalam tubuhmu, kau hanya perlu sedikit mendekat supaya kau tahu, wajah mana yang benar-benar menginginkanmu.

#2

kepalaku bersandar pada tempat dimana aku menaruh amarah, yang gelap dan lebih besar dari diriku sendiri.

bersembunyi dengan dendam yang selalu kumaki saat aku mencicipi sarapan di pagi hari, tanganku tak pernah kubiarkan kosong, jika keduanya datang akan kuhadapi meski pada akhirnya aku yang mati.

amarah datang sebagaimana bentuk terburuk dari hari-hari yang tak berjalan dengan baik, yang bersarang jauh dalam hati.

aku tak pernah tamat dalam menghadapi amarah, ia selalu datang dengan wajah yang berbeda, terkadang sayu terkadang beringas. aku hanya bisa memeluknya erat-erat, supaya ia mereda dan tak menjadi-jadi.

#3

wajah ibu selalu sama. matanya tetap jadi sinar paling terang sejagat raya, tempat dimana teduh yang selalu kudapatkan. seperti kemarin-kemarin wajah baik dan lembutnya selalu sama, tempat dimana aku menaruh luka untuk dipeluk bersama.

bagiku dunia ini selalu tentang ibu. berpelukan, bermesraan, bersuka cita, lalu menakar bahagia bersama.

kadang hari-hariku sedikit kata atau bahkan tidak ada, tapi dengan ibu aku menjadi manusia dengan perasaan penuh bak diberi kebahagiaan berlipat ganda. akan terus kupeluk dunia bersama ibu. selamat hari ibu. selalu.



Terima kasih telah singgah, jangkau saya lebih jauh untuk mendapatkan inspirasi pada tulisan anda.

Subscribe to
Our Newsletter

Get our latest post and content delivered directly to your inbox.


Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai